Follow by Email

Tips Surat Verifikasi Alamat AKun Google Adsense Terlambat Sampai Tujuan

Tips Surat Verifikasi Alamat AKun Google Adsense Terlambat Sampai Tujuan

Saya mau berbagi pengalaman saya mengenai surat Verifikasi Alamat Akun Google Adsense yang terlambat tiba ke alamat yang saya tunjuk. ada beberapa upaya yang telah saya lakukan ketika surat tersebut belum sampai di tangan saya.

1. Mengecek Alamat Tujuan Pengiriman
Hampir 1 bulan surat dari Google Adsense belum juga saya terima, saya mencoba mengecek kemabali alamat tujuan pengiriman. dari  hasil cek ternyata alamat sesuai, Jika kasus yang anda alami sama tunggu sampai batas waktu yang telah di tetapkan tetapi jika alamat tujuan pengiriman salah, tidak lengkap atau kurang jelas segera perbaiki dan meminta lagi pengirimannya.

2. Bertanya ke orang di sekitar
Ketika surat dari Google Adsense belum juga saya terima, saya mencoba bertanya ke orang di serumah, tetangga, teman. bahkan saya pernah bertanya ke RT dan datang langsung ke kantor kelurahan untuk menanyakan apakah ada kiriman surat dari POS untuk saya, barngkali petugas POS sulit menemukan kita atau alamat kita sehingga menitipkannya ke orang terdekat kita.

3. Pergi Ke Kantor POS
Ketika permohonan pengiriman pertama saya, 1 bulan saya tunggu belum juga datang, saya putuskan untuk menunnggu lagi sampai 3 bulan tapi tidak juga juga datang. akhirnya saya mencoba menanyakan ke Kantor POS terdekat dengan rumah saya. hasilnya sia-sia karena pegawai kantor POS meminta resi pengiriman untuk mengeceknya, sedangkan kita tidak mengetahui resi pengiriman tersebu.

Surat Verifikasi Alamat akun Google Adsense milik saya sampai setelah permohonan ke 3 kalinya. Dari tiga kali permohonan dua surat sampai ke tangan saya, dari surat tersebut di dalamnya terdapat kode yang sama. Surat Verifikasi Alamat Akun Google Adsense yang ke dua dan seterusnya adalah duplikat dari surat pertama yang kita minta. semoga bermanfaat.

Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah


1. Guru dapat menjadi bakal calon Kepala Sekolah apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi paling rendah B;
b. memiliki sertifikat pendidik;
c. bagi Guru Pegawai Negeri Sipil memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c;
d. pengalaman mengajar paling singkat 6 (enam) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah masing-masing, kecuali di TK/TKLB memiliki pengalaman mengajar paling singkat 3 (tiga) tahun di TK/TKLB;
e. memiliki hasil penilaian prestasi kerja Guru dengan sebutan paling rendah “Baik” selama 2 (dua) tahun terakhir;
f. memiliki pengalaman manajerial dengan tugas yang relevan dengan fungsi sekolah paling singkat 2 (dua) tahun;
g. sehat jasmani, rohani, dan bebas NAPZA berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit Pemerintah;
h. tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
i. tidak sedang menjadi tersangka atau tidak pernah menjadi terpidana; dan
j. berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai Kepala Sekolah.

2. Seleksi bakal calon Kepala Sekolah dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu: 
a. seleksi administrasi; dan
b. seleksi substansi.

3. Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah diikuti oleh bakal calon Kepala Sekolah yang sudah dinyatakan lolos seleksi substansi.

4. Pengangkatan Kepala Sekolah dilaksanakan bagi calon Kepala Sekolah yang telah memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah.

5. Penugasan Kepala Sekolah pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah termasuk di daerah khusus dilaksanakan dengan periodisasi. Setiap masa periode dilaksanakan dalam kurun waktu 4 (empat) tahun. Setelah menyelesaikan tugas pada periode pertama, Kepala Sekolah dapat diperpanjang penugasannya paling banyak 3 (tiga) kali masa periode atau paling lama 12 (dua belas) tahun.

6. Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan. Beban kerja Kepala Sekolah bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan. Dalam hal terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, Kepala Sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan.

7. Kepala Sekolah harus membuat perencanaan dan melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

8. Pembinaan karir Kepala Sekolah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

9. Penilaian prestasi kerja Kepala Sekolah dilakukan secara berkala setiap tahun.

10. Kepala Sekolah dapat diberhentikan dari penugasan karena:
a. mengundurkan diri;
b. mencapai batas usia pensiun Guru;
c. diangkat pada jabatan lain;
d. tidak mampu secara jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajibannya;
e. dikenakan sanksi hukum berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap;
f. hasil penilaian prestasi kerja tidak mencapai dengan sebutan paling rendah “Baik”;
g. tugas belajar 6 (enam) bulan berturut-turut atau lebih;
h. menjadi anggota partai politik;
i. menduduki jabatan negara; dan/atau
j. meninggal dunia.

11. Kepala Sekolah tidak dapat merangkap sebagai pelaksana tugas jabatan lain lebih dari 6 (enam) bulan berturut-turut.

Download:
Salinan klik Download
Abtraksi klik Download

Sumber : JDHI KEMENDIKBUD

Cara Mengecek Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Bantuan Operasional Sekolah yang selanjutnya disingkat BOS adalah program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasi personalia dan nonpersonalia bagi Sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik.

Portal Bos
Klik Masuk

Website BOS
Klik Masuk

Penyaluran Dana
1. Penyaluran RKUN Ke RKUD, untuk mengecek klik Masuk
2. Laporan Penyaluran, untuk mengecek klik Masuk
3. Laporan Pencairan, untuk mengecek klik Masuk

Penggunaan Dana
untuk mengecek Klik Masuk

Pengaduan
Klik Masuk

Mengenal Forlap Dikti - Ristek Dikti https://forlap.ristekdikti.go.id


PANGKALAN DATA PENDIDIKAN TINGGI
Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Forlap Dikti merupakan kumpulan data yang berasal dari Perguruan Tinggi secara Nasional yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti

Pencarian Data Profil Perrguruan Tinggi
Klik Masuk

Pencarian Data Profil Prodi
Klik Masuk

Pencarian Data Profil Dosen
Klik Masuk

Pencarian Data Profil Tenaga Kependidikan
Klik Masuk

Pencarian Data Mahasiswa
Klik Masuk

Pencarian Data Penelitian
Klik Masuk



PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2019 TENTANG PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) REGULER

Permendikbud No. 3 tahun 2019 ini di tetapkan di Jakarta tanggal 22 Januari 2019

Dalam Peraturan Menteri ini, terdapat beberapa hal yang diatur yaitu sebagai berikut:

  1. BOS Reguler diberikan kepada SD, SMP, SMA, SMK, SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB yang didasarkan pada data hasil cut off Dapodik pada tanggal 31 Januari dan tanggal 31 Oktober.
  2. Besaran BOS Reguler yang diberikan untuk:   
          a. SD sebesar Rp 800.000,00 per 1 peserta didik setiap 1 tahun;
          b. SMP sebesar Rp1.000.000,00 per 1 peserta didik setiap 1 tahun;
          c. SMA sebesar Rp1.400.000,00 per 1 peserta didik setiap 1 tahun;
          d. SMK sebesar Rp1.600.000,00 per 1 peserta didik setiap 1 tahun;
          e. SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB sebesar Rp2.000.000,00
              per 1 peserta didik setiap 1 tahun.

       3. Komponen yang dapat dibiayai oleh BOS Reguler
            sebagai berikut:
           a. Pengembangan Perpustakaan dengan ketentuan:
               Pembelian buku maksimal 20% dari dana BOS Reguler yang
               diterima untuk buku teks dan buku non teks, kecuali sekolah
               yang telah memenuhi ketentuan penyediaan buku sesuai Standar
               Nasional Pendidikan (SNP).
           b. Penerimaan Peserta Didik Baru.
           c. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler.
           d. Kegiatan Evaluasi Pembelajaran dan Ekstrakurikuler.
           e. Pengelolaan Sekolah.
           f. Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan,
              serta Pengembangan Manajemen Sekolah.
          g. Langganan Daya dan Jasa.
          h. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah.
           i. Pembayaran Honor termasuk honor guru dengan ketentuan:
              1) SD, SMP, dan SLB yang diselenggarakan oleh pemerintah
                  daerah paling banyak 15% dan untuk SD, SMP, dan SLB
                  yang diselenggarakan masyarakat paling banyak 30% dari
                  total BOS Reguler yang diterima;
              2) SMA dan SMK yang diselenggarakan oleh pemerintah
                  daerah paling banyak 15% dan SMA dan SMK yang
                  diselenggarakan masyarakat paling banyak 30% dari total
                  BOS Reguler yang diterima; dan
              3) guru honor yang dapat dibiayai harus memiliki kualifikasi
                  akademik S-1/D-IV dan mendapat penugasan dari
                  pemerintah daerah.
           j. Pembelian/Perawatan Alat Multi Media Pembelajaran.
          k. Penyelenggaraan Kegiatan Uji Kompetensi Keahlian, Sertifikasi
              Kompetensi Keahlian, dan Uji Kompetensi Kemampuan Bahasa
              Inggris Berstandar Internasional, khusus untuk SMK.
           l. Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK dan/atau
              Praktik Kerja Industri (Prakerin)/Praktik Kerja Lapangan (PKL),
              di dalam negeri, Pemantauan Kebekerjaan, Pemagangan dan
              Lembaga Sertifikasi Profesi P-1, khusus untuk SMK.
         m. Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMALB dan/atau
              Praktik Kerja Industri (Prakerin)/Praktik Kerja Lapangan (PKL)
              dan Pemagangan, khusus untuk SLB.


DOWNLOAD

1. Salinan Permendikbud No. 3 Tahun 2019 Klik Download
2. Abstrak Permendikbud No. 3 Tahun 2019 Klik Download

Sumber: jdhi.kemdikbud.go.id

https://ssp3k.bkn.go.id/ Pendaftaran PPPK / P3K Tahun 2019


Pendaftaran PPPK yang disebut juga P3K Tahap I akan di buka tanggal 10 - 16 Februari 2019 sesuai dengan Surat Edaran dari Kementrian PAN-RB ke Seluruh Pemerintah Daerah (Sumber: https://ssp3k.bkn.go.id/)
Pendaftaran bisa dilakukan di fortal https://ssasn.bkn.go.id/ atau https://ssp3k.bkn.go.id/ dengan alur seperti gambar di bawah ini:


Link Pendaftaran:

1. https://ssp3k.bkn.go.id/ Klik Masuk
2. https://sscasn.bkn.go.id/ Klik Masuk

A. Persyaratan Tenaga Pendidik PPPK
  • TH EKS K-II
  • Berusia Maksimal 57 tahun Per 1 April 2019
  • Pendidikan Minimal S1/DIV dengan Jurusan relavan dengan mata pelajaran pada Kurikulum
  • Masih aktif mengajar sampai saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat penugasan dari Kepala Sekolah/Kepala Dinas yang menyatakan masih aktif yang memuat informasi minimal NUPTK/NIK, nama dan tempat tanggal lahir, nama Sekolah, mata pelajaran yang diampu, Kab/Kota/Provinsi.
  • Menandatangani surat pernyataan bersedia ditempatkan di Sekolah Negeri Kab/Kota/Provinsi sesuai tempat mengajar dan berdasarkarkan peta kebutuhan guru saat ini.     

B. Persyaratan Penyuluh Pertanian PPPK
  • TH EKS K-II
  • Berusia Maksimal 57 tahun Per 1 April 2019  
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Pertanian ( Rumpun Ilmu Hayat Pertanian)
  • Untuk Inseminator wajib memiliki Sertifikat Inseminator
  • Bertugas di Desa dengan basis unit kerja di Kecamatan, Kabupaten atau Provinsi dan telah aktif bekerja selama minimal 5 tahun berturut-turut. dibuktikan dengan SK Mentri Pertanian/Dirjen/Dinas Pertanian Provinsi
C. Persyaratan Tenaga Kesehatan PPPK
  • TH EKS K-II
  • Berusia Maksimal 57 tahun Per 1 April 2019 
  • Memiliki Pendidikan Minimal D-III bidang kesehatan sesuai dengan persyaratan jabatan
  •  Memiliki STR yang masih berlaku (bukan STR internship) kecuali untuk Epidemiolog, Entomolog, Administrator Kesehatan, dan Pranata Labolatorium Kesehatan dengan Pendidikan D-III/S1 - Kimia/Biologi
  • Memiliki Surat Keputusan Pengangkatan terakhir

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) /MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (MAK)

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) /MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (MAK)



SNP SMK/MAK terdiri atas:
a. standar kompetensi lulusan;
b. standar isi;
c. standar proses pembelajaran;
d. standar penilaian pendidikan;
e. standar pendidik dan tenaga kependidikan;
f. standar sarana dan prasarana;
g. standar pengelolaan; dan



Download

Salinan
Abstraksi

Sumber: jdhi.kemdikbud.go.id

Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2018/2019 Jenjang SMP/MTs

Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2018/2019 Jenjang SMP/MTs
Sumber: un.kemdikbud.go.id

Link Klik Download


Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2018/2019 Jenjang SMK/MAK

Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2018/2019 Jenjang SMK/MAK

Sumber: un.kemdikbud.go.id

Link Klik Download


POS UN 2018-2019 Nomor: 0047/P/BNSP/XI/2018


Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019 Nomor: 0047/P/BNSP/XI/2018

Sumber; un.kemdikbud.go.id


POS USBN 2018-2019 Nomor 0048/BSNP/XI/2018

Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Sekolah Bersetandar Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019 Nomor 0048/BSNP/XI/2018


Sumber: un.kemdikbud.go.id

Link: Klik Download

Back To Top